Babinsa Kodim 1420 Sidrap Selalu Siap Siaga

oleh -

Metrolacak.com, Sidrap — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur seluruh Bumi Nene Mallomo sepekan terakhir yang mengakibatkan tanggul sungai Tanrutedong jebol dan tidak mampu menahan debit air sehingga beberapa Desa dan Kelurahan di wilayah Kecamatan Duapitue,  Pituriawa dan Pituriase dilanda banjir (08/06).

Komandan Kodim 1420/Sidrap Letkol Inf Jamot Parluhutan Situmorang dengan sigap langsung meninjau ke lokasi bencana dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidrap untuk mengambil langkah penanganan bencana serta memerintahkan seluruh Babinsa di jajarannya untuk terjun ke lokasi bencana membantu proses penanganan dan evakusi masyarakat.

Hingga saat ini, laporan personel Babinsa yang bersama-sama personel BPBD dan instansi terkait yang berada di lapangan melaksanakan pendataan, belum ditemukan adanya laporan warga yang hilang maupun meninggal dunia, namun kerugian masyarakat akibat banjir tersebut diperkirakan sangat besar apalagi saat ini masyarakat di tiga wilayah Kecamatan tersebut pada umumnya baru selesai memasuki musim tanam padi. Kini sebagian pertanaman padi mulai membiru. 

Hasil rekapitulasi kerugian bencana untuk sementara waktu, sampai saat banjir telah merendam setidaknya 9.265 unit Rumah warga, 4.176 Ha sawah yang telah ditanami padi berusia 14 – 30 hari. Setelah Tanam (HST), 55 Ha perkebunan masyarakat, puluhan unit sekolah, perkantoran dan fasilitas umum serta ratusan meter tanggul yang jebol.

Wilayah dengan dampak terparah terjadi di Kecamatan Dua Pitue dengan Total Area Persawahan masyarakat yang terendam air mencapai 2.220 Ha, 1.939 Ha di Kecamatan Pitu Riawa dan 27 Ha di Kecamatan Pitu Riase.(dis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.