Habsi Wahid: Mari Berpolitik Santun

oleh -

Metrolacak.com, Sulbar – Perkembangan wadah komunikasi digital utamanya di media sosial (medsos) mulai dilirik menjadi sebuah lahan promosi dan publikasi “murah meriah” terhadap berbagai kepentingan, tidak terkecuali kepentingan perhelatan pesta demokrasi Pilkada.

Hampir semua figur memiliki pendukung yang senantiasa memanfaatkan medsos untuk mengkampanyekan dukungan atau bahkan “menyerang” kompetitornya.

Ketua Asosiasi Media Ciber Indonesia (AMSI) Sulbar Anhar menyebutkan, data pengguna internet di indonesia berada di posisi empat besar di dunia, hanya kalah dari India, China dan USA, Namun, sayangnya tidak dibarengi literasi digital.

Secara khusus untuk wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua per 2019, data perkembangan pengguna internet hanya 10 persen, dan spesifik di Mamuju 74 persen efektif digunakan oleh masyarakat perkotaan, sedangkan yang berada di desa data penggunaannya hanya 25 persen, sehingga Anhar menyimpulkan penggunaan media sosial untuk kepentingan politik tidak akan berpengaruh besar terhadap tingkat keterpilihan, namun lebih dipengaruhi bagaimana selanjutnya para kandidat dapat bersentuhan langsung melalui audiens untuk meyakinkan mereka terhadap apa yang ditawarkan.

Sementara, Bupati Mamuju H. Habsi Wahid didampingi wakilnya Irwan S Pabanari, tidak menampik dinamika “perang medsos” tersebut memang sedang trend terjadi. Namun Ketua DPD Partai Nasdem Sulbar yang dipastikan akan menjadi salah satu figur kuat dalam perhelatan pesta demokrasi Pilkada Mamuju 2020 ini menganggap hal itu lumrah karena medsos adalah salah satu wahana paling mudah dan murah untuk mengeksplorasi suasana hati tiap penggunanya.

Terlebih kodrat manusia, katanya yang diciptakan sebagai mahluk sosial yang membutuhkan komunikasi dengan sesama.

Untuk urusan medsos, Habsi tetap mengajak semua element masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan fasilitas komunikasi sosial modern tersebut.

Bahkan secara khusus untuk kepentingan politik, pria berzodiak taurus ini mengingatkan agar semua elemen termasuk instrumen politik dapat membawa demokrasi yang santun dan saling menghargai serta berfikir lebih konstruktif, karena menurutnya siapapun figurnya tentu sama-sama berorientasi terhadap kepentingan masyarakat luas.

“Yang paling bagus itu kita saling mendukung dalam artian menyatukan visi bagaimana membawa Mamuju menjadi semakin baik, dan memikirkan masyarakat mau diapakan supaya lebih sejahtera,” ucapnya, Jumat (10/1/2020). (Sudir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *