AJOI Sulsel Minta Wartawan Awasi Penyaluran Sembako

oleh -

MAKASSAR – Masa pandemi Covid-19 yang dihadapi sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan, membuat pemerintah melakukan upaya pencegahan termasuk penanganan akan dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Salah satu upaya pemerintah atas dampak Covid-19 ini adalah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Namun dalam hal penyaluran bantuan disejumlah wilayah kabupaten di Sulsel, masih ada riak warga miskin yang belum mendapat bantuan yang diakibatkan data penerima atau Basis Data Terpadu dari Dinas Sosial setempat yang belum valid.

Bahkan diduga data yang digunakan masih data lama, contohnya ada masyarakat yang tidak sepatutnya lagi menerima bantuan sembako, justru namanya masuk dalam daftar penerima bantuan. Belum lagi yang sudah meninggal tapi justru namanya masih terupdate.

Dengan melihat fakta di lapangan, Ketua DPD Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Sulawesi Selatan, Elang Suganda merasa prihatin dan meminta kepada seluruh anggotanya (Wartawan) dari berbagai Media Online yang tergabung dalam organisasi AJOI Sulsel agar turut serta berperan aktif membantu masyarakat miskin memperoleh bantuan sembako dari Pemerintah.

Elang menekankan untuk melakukan pemantaun kepada pihak pemerintah dalam penyaluran bantuan tersebut, agar tidak lagi salah sasaran.

“Itu berguna membantu pemerintah dalam mensukseskan program bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19, demi kemanusiaan,” tuturnya.

Selain itu kata Elang, meminta kepada rekan wartawan agar dalam melakukan fungsi kontrolnya tetap mengacu pada Kode Etik Jurnalistik, mengedepankan praduga tak bersalah, melakukan cek ricek di lapangan dari sumber informasi yang layak dipercaya.

“Kalau hal tersebut telah memenuhi unsur 5 W + 1 H, jangan segan menaikkan berita pada media masing-masing, selagi datanya bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Dalam melakukan peliputan di masa Pandemi Covid-19 tetap mengacu protokol kesehatan, memakai masker dan jaga jarak serta kebersihan diri,” jelasnya.

Laporan : AJOI SULSEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *