Aksi Demo di Kantor Desa Padangloang Alau akan Disangkakan 2 Pasal

oleh -

Kades Muh Dais Labanci Pikir akan Keberatan

Metrolacak.com, Sidrap – Belakangan, jika Kades Padangloang Alau, Kecamatan Duapitue Sidrap Muh Dais Labanci akan keberatan kepihak kepolisian terhadap masyarakat yang melakukan Demo alias Aksi yang diduga dimotori Inisial TH dan SM pada Jum’at (19/9) kemarin, maka kemungkinannya 2 pasal bisa disangkakan yakni pasal yang tanpa mengantongi surat izin demo dan pasal pengancaman dengan membawa mesin Las dengan tujuan mau menyegel Kantor Desa Padangloang Alau.

Sementara pihak Polres Sidrap dirinya adalah anggota Serse Sidrap yang dimintai komentarnya mengatakan, membawa massa dengan tujuan demo atau aksi wajib mengantongi surat izin. Apalagi dimusim Pandemic atau Corona ini dengan tujuan kumpulkan sekitar 10 hingga 35 orang adalah resiko berat.

Sementara Kades Padangloang Alau Muh Dais Labanci yang dihubungi mengatakan, dia mendapatkan keterangan dari stafnya bahwa massa yang datang itu adalah kurang lebih 30 orang dengan rincian bahwa sebahagian orang yang datang karena nekad mau aksi, ada juga yang datang hanya mau melihat-lihat saja dan ada juga yang datang karena bukan penduduk Desa Padangloang Alau.

Soal Kades Muh Dais Labanci akan melapor di pihak berwajib. Katanya, masih berpikir-pikir melaporkan warganya. ” Memang banyakmi tuduhannya kepada saya. Baik itu, sy dituding menggadakan stempel, memalsukan tandatangan, juga sy dituding menggelar penipuan kepada warga. Maksud saya, suatu surat ditandatangani masyarakat tampa ada kop-nya surat. Semua itu, setelah digelar di polisi tidak cukup bukti, ” katanya.

Sementara Kabid Pemdes Alba yang dihubungi mengatakan, pelaksanaan suatu kegiatan yang dilakukan Kades Muh Dais Labanci ada yang dinilai melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, maka laporkan aja ke pihak berwajib. ” Soal tudingan yang dilanggar mengenai kesepekatan silakan lapor. Kesepekatan itu tolong baca dengan secermat-cermatnya. Bahwa berdasrkan ukuran lapangan. Ukuran Lapangan adalah secara nasional, “” ujarnya.

Seraya dia menambahkan, merubah lapangan yang memang di RAB adalah menghadap ke utara, lantas mau merubah lapangan dengan tujuan menghadap ke timur adalah suatu pelanggaran jika tampa Musyawarah Desa. Sama dengan di DPRD kalau merubah, maka harus melalui Paripurna.

Sementara Bupati Sidrap H Dollah Mando yang berusaha ditemui beberapa hari lalu mengatakan, dia pernah memanggil Kades Muh Dais Labanci di rujab. ” Saya tanya Pa Desa siapa yang punya lapangan itu?.┬álapangan Lawali itu adalah milik pemerintah dan bangunannya itu adalah juga dari pemerintah Tujuannya adalah masyarakat, ” katanya. Saya bilang lanjutkan aja sepanjang berdasar dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *