Personil Polres Palopo Antisipasi Balapan Liar Selama Bulan Ramadan

oleh -

Palopo – Sejumlah cara dilakukan untuk mengantisipasi aksi balap liar saat Ramadan. Salah satunya dengan menempatkan sejumlah petugas di sejumlah lokasi yang biasa digunakan untuk balap liar saat Ramadan.

“Pelanggaran balap liar memang melanggar undang-undang lantas dan dapat ditindak,” kata Kasat Lantas Polres Palopo Iptu Muh. Tang SH MH saat dikonfirmasi di Palopo, Senin, 18 April 2021.

Aturan pelarangan balap liar tercantum dalam Pasal 115 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam aturan itu menyatakan bahwa, pengemudi kendaraan bermotor di jalan dilarang berbalapan dengan kendaraan bermotor lain. Pengendara yang berbalapan di jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.

Waktu balapan liar umum dilakukan sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 Wita dan pukul 04.00 hingga 06.00 Wita. Berikut lokasi balapan liar pada dini hari dan pagi hari tersebut yakni Lagota dan terminal Kota Palopo, Lapangan pancasila dan depan kantor walikota, Depan Saodenrae dan sekitarnya, Jalan veteran dan jalan iman bonjol, Jalan jend sudirman, depan stiem muhammadiyah dan islamic center, Jalan lingkar dan pelabuhan Tanjung Ringgit.

Ditempat terpisah Kabag Ops Polres Palopo Kompol Sanodding SH mengatakan Kegiatan balapan tersebut tidak terkoordinir, namun semakin banyak penonton maka pemotor akan tertarik untuk balapan sesama rekan ataupun kelompok masing masing.

Kompol Sanodding SH juga menerangkan, pengamanan balapan liar lebih mengedepankan pola preventif yaitu mencegah terjadinya balapan liar. Preventif itu dilakukan dengan pendekatan patroli dan penempatan personel pada titik dan jam kegiatan dengan penggelaran personel wilayah.

“Pengamanan dalam mencegah balapan liar dilakukan oleh gabungan personil Polri dan TNI,” terang Kabag Ops Polres Palopo.

 

Laporan : Sufri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *